Tradisi Unik Perang Papah (baris Babuang) Di Desa Pengotan - Bangli

  • 13 Agustus 2015
Tradisi unik  perang Papah (Baris Babuang) di Desa Pengotan - Bangli

Tradisi perang Papah Biu  dilaksanakan setiap Purnama sasih ke-enam (bulan purnama ke-6), pada saat Piodalan Ida Betara Dalem Pingit, sebuah pura tua di desa setempat.

Perang dengan menggunakan batang pohon pisang ini dilakukan oleh sejumlah pemuda sejak turun temurun setiap tahunnya. Mereka saling gebuk sambil menari, bahkan saling bergulat. Tak jarang salah satu dari mereka terluka dan mengalami muka sebam atau bengkak. Namun demikian, tidak pernah ada dendam diantara mereka. Bahkan cukup dengan olesan minyak dan percikan tirta, luka-luka dan kulit bengkak sembuh dalam waktu satu hingga dua hari.Sebenarnya tradisi perang Papah Biu oleh masyarakat setempat lebih dikenal sebagai tari Baris Babuang.

"Tari Baris Babuang merupakan tari baris yang sakral dan hanya ada satu-satunya di Bali di desa Pakraman Pengotan. Tari Baris Babuang atau perang Papah Biu sudah kami warisi sejak ratusan tahun silam," tegas Jro Kopok. Sebelum acara perang dimulai, ratusan pemuda melakukan tarian sakral Baris Babuang yang dibawakan secara massal. Begitu musik bertalu-talu saat itulah mereka langsung membentuk kelompok dan berteriak-teriak melakukan aksi saling gebuk dengan gedebok pisang.

  • 13 Agustus 2015

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita