Sinergisitas Tiga Pilar Pariwisata

  • 13 April 2012
Sinergisitas Tiga Pilar Pariwisata

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu menyambut baik  pengenalan detinasi dan promosi paket wisata yang dilakukan Kompas bekerjasama dengan Bank BCA dan Grand Indonesia (GI) bertajuk Kompas Travel Mart yang diadakan pada 13-15 April di East Mall Grand Indonesia.  “Promosi yang melibatkan tiga pilar pariwisata, yakni Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan stakeholder terkait, pihak media, serta perbankan, yakni BCA. Promosi paket wisata ini tentunya akan menawarkan sejumlah paket wisata yang akan meningkatkan pengetahuan dan kecintaan pengunjung kepada Indonesia dengan harga yang terjangkau karena BCA menawarkan paket cicilan wisata bunga cicilan 0% dengan jangka waktu dua tahun,” ungkap Mari Elka Pangestu pada pembukaan Kompas Travel Mart di Grand Indonesia, Jumat 13 April 2012.
Mari menilai, acara pameran ini dilakukan pada waktu yang tepat. “Acara ini diadakan pada waktu yang tepat yakni menjelang liburan anak sekolah dan libur lebaran sehingga calon wisatawan masih dapat berfikir untuk menentukan pilihan liburannya. Selain itu, pemilihan lokasi pameran pun saya nilai baik karena bertempat di mall karena dapat mengurangi beban promosi acara. Meskipun orang yang datang ke GI tidak memiliki rencana mengunjungi Kompas Travel Mart, tapi ketika mereka melihat ada pameran pariwisata, bisa dipastikan mereka akan datang dan melihat aktivitas promosi yang dilakukan dalam pameran,” papar Mari.


Berkaitan dengan liburan sekolah, Menparekraf mengatakan bahwa kesempatan promosi ini harus digunakan sebaik-baiknya. “Saat liburan anak sekolah, sebaiknya tidak hanya memilih kegiatan wisata yang biasa-biasa saja tetapi wisata edukasi atau edutravel, yakni kegiatan wisata yang memungkinkan anak-anak berlibur sambil belajar mengenai sejarah, budaya dan keraifan lokal Indonesia,” sebut Mari lagi. 
Mari melanjutkan, pengembangan pariwisata Indonesia dapat meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap Indonesia. “Mengenal Indonesia dapat dilakukan melalui berbagai cara, salah satunya melalui melakukan pariwisata. Semakin kita mengenal Indonesia, maka kita akan mencintai Indonesia,”tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Menparekraf memaparkan tiga strategi promosi pariwisata yang sedang dilakukan oleh kementerian yang dipimpinnya, yakni diversifikasi destinasi, diversifikasi pasar, serta meningkatkan wisata tematik seperti wisata kuliner dan belanja, wisata rekreasi olahraga, wisata kapal pesiar, wisata spa, kesehatan dan kecantikan, serta wisata minat khusus.
Saat ini, Kemenparekraf sedang mengembangkan 10 dari 200 destinasi di Indonesia. “Indonesia memiliki setidaknya 200 destinasi menarik. Dalam jangka pendek, kami menargetkan pengembangan 10 destinasi, antara lain kawasan Borobudur dan sekitarnya, Danau Toba, Raja Ampat, Pulau Komodo, dan Flores,” jelasnya sambil tersenyum. Mari juga menjelaskan bahwa saat ini pihaknya membidik wisatawan Tingkok dan Rusia sebagai target market terbesar pariwisata.


Pada kesempatan tersebut, Menparekraf menjelaskan kepada hadirin yang berasal dari berbagai kalangan bahwa sektor pariwisata merupakan sektor yang tahan terhadap krisis. Menurut data, pada tahun 2009 ketika pariwisata dunia mengalami kontraksi sebanyak -3%, pariwisata Indonesia Indonesia justru bertumbuh sebanyak 4,5%,. “Melihat pertumbuhan ini, pihak kami tidak ragu  menetapkan target 8 juta wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Indonesia,” katanya lagi.
Menurut Mari, wisnus juga memiliki potensi bagi pengembangan pariwisata. “Jumlah masyarakat dengan kelas ekonomi menengah terus bertambah. Hal ini memacu semangat stakeholder khususnya yang bergerak di bidang hotel untuk terus mengembangkan hotelnya, baik kelas melati hingga hotel berbintang lima,” tambahnya lagi.


Wakil Pemimpin Redaksi Harian Kompas, Trias Kuncahyono yang  juga menghadiri pembukaan Kompas Travel Mart mengatakan bahwa pariwisata merupakan sektor yang banyak diminati masyarakat. “Dengan dilakukannya sejumlah promosi pariwisata seperti yang dilakukan Kompas ini, masyarakat semakin mengenal pariwisata Indonesia dan akhirnya mencintai pariwisata itu sendiri,” katanya seraya memaparkan data bahwa 75% dari pembaca kompas menggemari pariwisata dalam negeri.
Mengenai promosi pariwisata, Trias mengatakan bahwa fungsi media dalam mempromosikan pariwisata adalah menggemakan destinasi lengkap dengan daya tarik serta hal-hal lain yang mendukung kepariwisataan. Pihaknya berharap, semoga pameran yang baru diadakan untuk pertama kalinya ini dapat berkelanjutan dan berdampak positif bagi pengembangan pariwisata nasional.

  • 13 April 2012

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita