Kelompok Sadar Wisata (pokdarwis) Pancakatirta Sala, Desa Abuan, Kecamatan Susut , Kabupaten Bangli.

  • 06 Agustus 2018
Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pancakatirta Sala, Desa Abuan, Kecamatan Susut , Kabupaten Bangli.

Kabupaten Bangli memiliki sekitar 23 kelompok sadar wisata yang telah terdaftar di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangli dan akan terus bertambah seiring dengan berkembangnya pembangunan Kepariwisataan di sini. Antusiasme masyarakat dalam mengembangkan daerahnya untuk menjadi salah satu objek wisata yang diminati wisatawan dengan berbagai daya tariknya masing-masing.

Salah satu objek wisata religius yang mulai diminati dan berkembang adalah Taman Pecampuhan Pancakatirta Desa Pakraman Sala, Desa Abuan, Susut Bangli. Seperti namanya Pura Taman Pecampuhan Sala, tempat melukat di Bali tersebut berupa beji yang terletak di bawah “Pura Taman”, sedangkan “Pecampuhan” adalah pertemuan antara aliran dua sungai, sedangkan “Sala” adalah nama tempat dimana pura tersebut berada. Seperti diketahui, setiap tempat atau genah melukat (meruwat) di Bali memiliki tuah dan khasiat masing-masing, dengan keyakinan penuh, dan rasa bakti yang tulus ikhlas niscaya apa yang diinginkan akan membawa kebaikan bagi diri sendiri dan juga keluarga. Untuk tempat melukat letaknya tepat di bawah Pura Taman, di sana terdapat 9 buah pancoran, terbagi menjadi dua tempat terpisah. Bagian pertama yang paling atas terdapat 7 buah pancoran, dengan tinggi pancoran mencapai 3 meter di tempat ini dibuat kolam penampung air setinggi 1 meter.

Bendesa Adat Sala yang selaku ketua Pokdarwis Bapak Ketut Kayana  mengatakan, Pokdarwis adalah kumpulan dari masyarakat sadarwisata atau peduli dengan keberadaan dari potensi wisata yang ada di lingkungaannya masing – masing. Dimana sebelumnya keberadaan dari wisata taman campuhan ini masih dikelola dalam artian hannya untuk kebutuhan masyarakat setempat, di awal dibuka setahun terakhir masih masa transisi namun sejalan dengan perkembangan baik melalui media sosial, dari mulut-kemulut wisatawan juga sudah banyak berdatangan baik domsstik maupun mancanegara yang ingin melakukan penglukatan (Ruatan), sudah saatnya keberadaan dari tempat wisata ini harus dikelola secara serius melalui wadah, lembaga atau organisasi yang kita kenal dengan POKDARWIS.

Lembaga ini merupakan kumpulan dari krama setempat sebanyak 90 orang dimana anggotanya berasal dari perwakilan satu orang untuk setiap pekarangan. Tujuannya adalah untuk menjaga transparansi, untuk sama sama saling merasakan suka dan dukanya sehingga tidak ada kecurigaan, yang paling penting adalah bagaimana dengan kebersamaan ini kawasana yang merupakan anugrah yang harus kita jaga dan kelola untuk kesejahteraan bersama dapat berjalan dengan baik.

  • 06 Agustus 2018

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita