Kabupaten Bangli Telah Menetapkan 29 Desa Wisata Yang Tersebar Di Empat Kecamatan

  • 05 Juni 2018
Kabupaten Bangli telah Menetapkan 29 Desa Wisata yang Tersebar di Empat Kecamatan

Berdasarkan Peraturan Bupati (Perbup) Bangli Nomor 4 Tahun 2018 tentang Perubahan Ketiga atas Perbup Bangli Nomor 16 Tahun 2014 tentang Desa Wisata telah ditetapkan sebanyak 29 Desa Wisata yang tersebar di empat Kecamatan di Kabupaten Bangli. Desa - desa yang masuk menjadi desa wisata tersebut antara lain : di wilayah Kecamatan Kintamani yang ditetapkan sebagai desa wisata, masing-masing Desa Terunyan (potensi wisata budaya), Desa Bayung Gede (wisata budaya), Desa Kintamani (wisata alam), Desa Belandingan (wisata alam), Desa Pinggan (wisata alam), Desa Abang Songan (wisata alam), Desa Abang Batudingding (wisata alam), Desa Wisata Songan A (wisata alam), Desa Songan B (wisata alam), Desa Kutuh (wisata agro), Desa Kedisan (wisata geologi), Desa Suter (wisata alam), Desa Buahan (wisata alam), Desa Sukawana (wisata budaya), Desa Wisata Batur Utara (wisata alam), Desa Wisata Batur Tengah (wisata alam), Desa Batur Selatan (wisata alam), Desa Bunutin (wisata alam), Desa Selulung (wisata alam), dan Desa Catur (wisata alam).

Sedangkan di Kecamatan Bangli antara lain Desa Penglipuran (Kecamatan Bangli/wisata budaya), Desa Guliang Kangin (Kecamatan Bangli/wisata alam), Desa Pengotan (Kecamatan Bangli/wisata budaya dan geologi), Desa Sedit (Kecamatan Bangli/wisata spiritual)

Di Kecamatan Tembuku terdapat  Desa Undisan (wisata alam), Desa Jehem (wisata alam), Desa Tembuku (wisata alam), Desa Peninjoan wisata alam), dan  Kecamatan Susut hanya Desa Kayuambua (wisata alam).

Tujuan penetapan desa wisata salah satunya adalah untuk merangsang masyarakat setempat buat mengembangkan desanya, sehingga diharapkan bisa mensejahterakan warga setempat. Selain itu, penetetapan desa wisata juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan penduduk setempat akan pentingnya penataan serta pemeliharaan lingkungan, sebagai upaya mempertahankan keberadaan potensi kebudayaan dan potensi wisata. Disampih itu juga diharapkan penetapan desa wisata dapat memberi dorongan atau motivasi dan menciptkan peluang-peluang kepada masyarakat dalam kawasan desa wisata dan sekitarnya sebagai pelaku, pekerja, dan sekaligus pemilik usaha pariwisata.

  • 05 Juni 2018

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita