Sosialisasi Giopark dari Mentri Budaya dan Pariwisata


Humas Bangli, 04/02/2011

Dalam upaya pengembangan obyek wisata gunung api, Danau Batur di kawasan kaldera Kintamani Bangli, pada hari Jumat (04/02) kemarin di museum gunung api Batur dari kementrian Budaya dan Pariwisata beserta kementrian kehutanan mengadakan sosialisasi tentang pengembangan daerah kaldera gunung api Batur menjadi kawasan Giopark. dalam acara tersebut juga diserahkan bibit pohon dari Alumnus STP Bali dan Bandung dalam program penanaman 1000 pohon.
Acara tersebut dihadiri Mentri Budaya dan Pariwisatan Jero Wacik, dirjen kementrian kehutanan Made Subadya selaku staf ahli Kementrian, bersama beberapa pejabat Eselon II diantaranya Diputi pengembangan dan Re-strukturisasi Usaha Kairul Jamari, Dirjen Pengembangan Firmansah Rahim, Dirjen sejarah dan kepurbakalaan Ibu Aurora Tambunan, Kepala Bagian Giologi Dr. Ir. Suhkyor, Kepala Badan sumberdaya Budpar IGP Pitama, Direktur produk pariwisata Achiar Rudi, Direktur Musium Intan Mardiana, Kepala pusat mitigasi bencana giologi Bpk Surono, Bupati Bangli I Mae Gianyar, Wakil Bupati Sang Nym Sedana Arta, Perwakilan DPRD Bangli, Muspida, Sekda Kab. Bangli, Kadis Pariwisata Provinsi Bali IB Subiksu, Pelaku Pariwisata Bali dan Kab. Bangli, tokoh dan masyarakat kintamani.
Bupati Bangli dalam menyambut kedatangan Mentri Pariwisata beserta rombongan mengatakan betapa senang dan antosiasnya masyarakat dengan kunjungan tersebut dan sebagai pemimpin daerah mengatakan bahwa masyarakat sudah sangat ingin agar program pengembangan daerah wisata kawasan kaldera gunung api segera dapat terealisasi untuk dapat memajukan pariwisata di Bangli khususnya, sehingga dapat meningkatkan tarap hidup masyarakat. “Karena pada dasarnya pariwisata adalah merupakan denyut nadi dari masyarakat Bangli” tegas Bupati Bangli Imade Gianyar,SH.M.Hum.

Dalam paparan Menbudpar Ir. Jero Wacik,SE menyampaikan bahwa sudah tiba waktunya Kabupaten Bangli khususnya Kintamani mengalami perubahan, sampai akhirnya Kintamani bisa menjadi Icon-nya Bangli. Ir. Jero Wacik menghimbau dan mengajak masyarakat di kawasan Bintang danu Gunung Batur untuk terus mendukung program pengembangan wisata ini dalam empat tahun kedepan, dengan program pengembangan kawasan wisata Giopark didaerah Kaldera dikawasan Gunung api Batur. Dalam kesempatan itu juga Ir. Jero Wacik menjelaskan bahwa Kawasan Wisata Giopark adalah kawasan wisata Giologi yang memanfaatkan bekas letusan gunung api baik akibat yang ditimbulkan seperti ada rejeng dan bebatuan dari letusan yang dapat di jadikan sebagai obyek penelitian.
Dalam kesempatan wawancara Ir. Jero wacik menyapaikan bahwa proyek dikawasan Gunung Batur ini harus dipercepat, mengingat dari Unisco sudah mengincar kawasan ini untuk dijadikan kawasn wisata Giopark seperti pada contoh Cina ada Giopark yang dapat mendatangkan banyak wisatawan sehingga tiket masuknya pun mahal. Untuk saat ini disisni sedang di bangun, lokasi yang di persiapkan untuk Giopark baik yang berbentuk Rejeng atau Bebatuan harus di beri keterangan terjadinya kapan, tahun berapa sehingga mempunyai nilai historis yang tinggi begitu juga dengan masyaraktnya juga tetap dapat melakuka aktivitasnya seperti biasa. Bangunan-bangunan yang kuno harus tetap di pelihara dan dikembangkan sebagai wisata budaya sehingga selain melakukan penelitian, wisatawan juga dapat mengetahui bentuk rumah kuno dari masyarakat setempat shingga dapat member daya tarik lebih. Selain itu yang paling penting adalah menjaga lingkungan agar tidak terganggu oleh limbah atau yang lainya.

Pada saat yang bersamaan Ir Jero Wacik juga menekankan kepada pemerintah Bangli agar juga memperhatikan dan mengawasi proram pemerintah yang pro rakyat seperti BOS, KUR agar benar benar dimanfaatkan sesuai dengan yang di peruntukkan, karena presiden selalu menekankan agar memprioritaskan program-program yang pro rakyat.

Agenda Lainnya

Cari Agenda