Festival Danau Batur


Denpasar (BisnisBali) – Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) RI, Jro Wacik mendorong agar di Bali makin banyak even promosi. Saat ini Bali memiliki 17 even promosi tahunan yang telah masuk 100 agenda even nasional.

“Kita akan mendorong daerah yang belum memiliki festival. Bangli harus memiliki festival promosi pariwisata,” katanya akhir pekan lalu saat berkunjung ke Sanur Village Festival (SVF) ke-3.

Danau Batur sebagai ikon pariwisata di Bangli harus dimunculkan dengan menggelar sebuah even promosi. “Kenapa tidak membuat festival yang lokasinya di danau. Itu sangat luar biasa untuk menarik wisatawan datang ke Bangli,” katanya. Ia membandingkan Bangli dengan Sentani yang telah melaksanakan Festival Danau Sentani beberapa waktu lalu.

“Semua seni dan potensi di Bangli bisa ditampilkan dan diperkenalkan kepada wisatawan dalam festival tersebut,” imbuh pria asal Bangli ini. Menurutnya, waktu paling bagus untuk pelaksanaan even di Bangli yaitu berdekatan dengan waktu pelaksanaan Pesta Kesenian Bali (PKB). Sampai saat ini hanya Bangli saja yang belum memiliki even promosi yang tercatat di agenda even nasional.

Pariwisata Bangli selama beberapa tahun belakangan mengalami keterpurukan. Sebagian besar industri pariwisata di Bangli mati suri dan harus gulung tikar akibat jumlah kunjungan wisatawan ke Bangli terus berkurang.

Aktivitas promosi dan atraksi untuk wisatawan sangat minim. Terlebih lagi sejumlah objek wisata di Bangli di-black list oleh biro perjalanan.

Kendati dirinya mendorong lahirnya festival di Bali, namun ia menyatakan tidak memiliki anggaran untuk membantu terselenggaranya festival tersebut. “Pusat tidak punya dana untuk itu. Kita hanya membantu mempromosikan even-even tersebut,” katanya. Dana even festival harusnya dibiayai oleh pemerintah daerah serta industri.

Pihak industri dan pemerintah daerah bisa membiayai even secara bersama-sama. “Itu kan kegiatan promosi untuk pariwisata. Yang menikmati ya industri. Masa mereka yang menikmati kita yang mendanai,” ungkapnya ketus.

Tahun ini Kementerian Budpar hanya memiliki budget promosi sekitar Rp 150 milyar. Hingga semester pertama pihak Kementerian Budpar telah membelanjakan sekitar Rp 75 milyar.

Dalam kesempatan tersebut dirinya memuji SVF yang telah digelar sebanyak 3 kali. “Seperti inilah seharusnya festival. Kalau kita sih tinggal mendorong-dorong saja,” tandasnya.

Wacik pada hari kedua SVF menyempatkan diri berkeliling di food festival dan nonton wayang kulit. Dirinya juga sempat membuka pameran lukisan peringatan 50 tahun meninggalnya pelukis Le Mayuer di Santrian Gallery .

Agenda Lainnya

Cari Agenda